Cara Tepat Mengobati Jamur Pada Kaki Kenari

Kebersihan kandang kenari menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Karena jika kandang kotor maka akan menjadi sumber berbagai penyakit. Beberapa penyakit yang sering dijumpai adalah jamur. Jamur dan bakteri sangat senang dan mudah berkembang biak ditempat kotor dan lembab.

Ketika tempat kotor dan lembab terutama pada tangkringan dan kandangnya akan mempermudah timbulnya jamur pada kaki kenari. Umumnya hal inilah yang menjadi faktor utama dari masalah tersebut.

Untuk mencegah jamur pada kaki kenari anda dapat dilakukan dengan cara membersihkan kandang dan sering kali menjemur kenari ketika pagi hari. Namun bila terlanjur, anda dapat megobati jamur pada kaki kenari dengan cara-cara dibawah ini.

Meskipun terlihat sepele namun jika jamur pada kaki kenari tidak segera disembuhkan maka akan memberikan dampak yang cukup serius pada burung kenari sobat. Selain mengganggu penampilan, jamur ini juga sangat mengganggu kesehatan. Gak mau kan kalau suara burung kenari kesayangan anda tiba-tiba hilang atau macet berbunyi karena sakit.

Berikut adalah beberapa tips dan trik mengobati jamur pada kaki kenari. Siapkan bahan-bahan dan perhatikan langkah-langkahnya yaa supaya sobat dapat mempraktekannya dirumah.

Cara mengobati jamuran pada kaki kenari

Cara Tepat Mengobati Jamur Pada Kaki Kenari

Berikan Perlakuan Lembut Pada Kenari

Ketika hendak mengobati kaki kenari sebaiknya sobat memberikan perlakuan yang sangat lembut supaya burung kenari anda tidak merasa takut. Perlahan-lahan sentuh dan genggam burung kenari anda.

Bersihkan Area yang Dihinggapi Jamur

Langkah kedua adalah membersihkan dan mencuci bagian-bagian yang terhinggapi jamur dan sekitarnya. Usap dan rontokan bagian jamur dengan menggunakan lap hingga benar-benar bersih dan kering.

Pemberian Obat Luar/Salep

Tahap selanjutnya adalah pemberian obat luar pada kaki kenari yang dihinggapi jamur. Aplikasikan salep pada area-area kaki kenari hingga bagian sekelilingnya supaya bagian sekelilingnya tidak meluas.

Beberapa contoh salepp yang dapat digunakan adalah salep 88, Bio Clean, Dactarin, miconazole dan jenis salep lainya. read more

5 Poin Penting Mencegah Burung Ciblek Macet Bunyi

Burung Ciblek atau yang dikenal juga dengan nama Burung Perenjak merupakan salah satu burung pengicau kecil yang tergolong dalam anggota Cisticolidae.

Burung ciblek ini memiliki ukuran tubuh kecil dengan total panjang tubuh sekitar 13 cm (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor). Warna coklat hijau-zaitun menyelimuti hampir seluruh bagian atas tubuh ciblek. Dibagian perut, tenggorokan dan dada memiliki warna putih.

Oh iya guys, ciblek juga termasuk sebgai burung fighter atau tipe petarung serta bersifat teritorial. Hal tersebut sering menjadi kendala untuk kita dalam merawat burung ciblek, tak heran jika salah perawatan dikit saja bisa membuat ciblek macet berbunyi. Kan sangat disayangkan kalau suara burung ciblek yang tadinya rajin berbunyi dan tiba-tiba macet. Untuk itu ada beberapa point penting yang harus teman-teman perhatikan saat merawat ciblek supaya tetap sehat dan rajin berkicau.

5 Poin Penting Mencegah Burung Ciblek Macet Bunyi

5 Poin Penting Mencegah Burung Ciblek Macet Bunyi

1. Menjaga Ketersediaan Pakan

Ketersediaan pakan merupakan hal utama yang harus kita perhatikan. Berikan pakan utama yang berupa Voer dan memberikan pakan tambahan/extra fooding (EF) juga sangat diperlukan. Untuk pakan tambahan kita bisa memberikannya berbagai jenis serangga kecil seperti jangkrik, ulat hongkong dan kroto.

Agar ciblek tetep aktif dan tidak stres yang berujung cible macet berbunyi, memberikan kedua jenis pakan tersebut harus teman-teman perhatikan dengan baik.

2. Menempatkan Burung Ciblek dalam Kandang Umbaran

Karena ciblek merupakan burung yang aktif, menaruk ciblek dalam kandang umbaran bisa membatunya bergerak lebih leluasa sehingga ciblek bisa lebih fresh dan tidak stres. Hal ini bisa kalian lakukan 1 hingga 2 kali dalam satu pekan.

3. Menjaga Kebersihan

Point no.3 ini sering kali di anggap sepele, padahal ini point yang sangat penting, yaitu kita harus menjaga kebersihan kandang. Kenapa?

Karena kandang yang kotor bisa saja tumbuh berbagai bakteri, jamur, parasit, dll yang bisa menyebabkan burung sakit. Bahkan tidak jarang dari teman-teman kicaumania membersihkan kandang ketika kotoran benar-benar sudah menumpuk. read more

Wow! Ekspor Ikan Terbang, Mencapai Rp 160 Miliar!

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank lebih fokus pada pembiayaan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKME).

Salah satu perusahaan skala UKME yang merasa finansial dari Indonesia Eximbank adalah PT Boddia Jaya. Perusahaan ini merupakan pengekspor produk telur ikan terbang di Desa Boddia, Takalar, Sulawesi Selatan.

Direktur Boddia Jaya, Parawansyah Dg. Lapangan tersebut, kata Pembiayaan dari Indonesia Eximbank, perusahaan dapat menampung telur ikan terbang dari semua nelayan di daerah sekitarnya.

“Orang-orang disini adalah kehidupan utama telur ikan terbang, jadi ini sangat perlu,” katanya di Takalar, Sulawesi Selatan.

Lapangan mengatakan bahwa saat ini telah membangun 700 kapal nelayan di desa Boddia. Melalui pinjaman awal sebesar Rp 75 miliar yang diberikan oleh Indonesia Eximbank 2 tahun yang lalu, Boddia Jaya kini tidak hanya mampu mengabadikan tapi juga meminjamkan kepada nelayan.

“Kami bisa memberi pinjaman sebesar Rp 75 juta untuk modal awal nelayan untuk memperbaiki kapal, sampai ibukota dia berlayar karena menangkap telur ikan terbang bisa sampai 1 bulan berlayar,” tambahnya.

Pola pembayaran dibuat cukup mudah, hanya dikenakan 10% dari jumlah tak terbatas yang diambil dari jumlah tembakan yang dijual ke Boddia Jaya.

“Jadi, misalnya, dia berhasil mencapai Rp 100 juta, kami potong Rp 10 juta, setelah itu kami memotong pinjamannya sebesar Rp 75 juta, sisanya Rp 15 juta untuk mereka, untuk modal awal,” kata Field.

Tahun lalu, Boddia Jaya mampu menyerap 700 telur ikan selama satu musim. Dalam satu tahun ikan terbang bertelur hanya sepanjang bulan Mei sampai September.

Telur ikan terbang, dia ekspor ke Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan China, dengan harga jual US $ 40 per kilogram (kg) atau sekitar Rp 520 ribu (nilai tukar Rp13.000). Menurut data dari Indonesia Eximbank, tahun lalu Boddia Jaya berhasil mengecilkan omset hingga Rp 160 miliar.

“Kami beli dari nelayan sekitar Rp 410 ribu,” katanya.

  read more