3 di antara penyebab rasa mual dan muntah

Pusing adalah istilah payung yang digunakan untuk menandakan sakit kepala, disorientasi, atau ketidakseimbangan. Mual adalah sensasi ketidaknyamanan yang disertai dengan dorongan kuat untuk muntah. Mual dan pusing sering dialami oleh orang yang rentan terhadap mabuk perjalanan. Wanita juga dapat mengalami gejala-gejala ini selama kehamilan.

Namun, harus dicatat bahwa ini bisa menjadi indikator kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian segera. Gejala yang mungkin menyertai kepala terasa ringan dan mual karena itu harus dipertimbangkan untuk diagnosis yang akurat.

Penyebab

Hiperemesis gravidarum
Sebagian besar wanita mengalami pusing dan mual selama kehamilan, terutama selama trimester pertama. Kondisi ini dikenal sebagai morning sickness, dan dianggap benar-benar normal. Namun, hiperemesis gravidarum adalah bentuk yang parah tetapi jarang dari morning sickness ini. Ini ditandai dengan muntah hebat dan mual. Muntah yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, defisiensi nutrisi, ketidakseimbangan elektrolit.  Baca juga: loya dan muntah

Vertigo
Istilah ‘vertigo’ mengacu pada sensasi yang berputar. Individu yang terkena merasa bahwa dia atau lingkungan di sekitarnya bergerak. Sensasi berputar seperti itu menyebabkan disorientasi. Individu yang terkena mungkin juga merasa mual. Gerakan mata yang tidak normal, mual, muntah, atau berkeringat adalah beberapa gejala yang mungkin menyertai disorientasi. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah gangguan vestibular yang ditandai dengan rasa ketidakseimbangan, mual, dan kepala ringan. Terjadi onset gejala yang tiba-tiba dengan perubahan posisi kepala. Baca juga: khasiat buah kundang

Mabuk
Motion sickness, yang sering disebut sebagai penyakit perjalanan, adalah sensasi memuakkan yang mungkin dialami beberapa orang saat bepergian dengan mobil, kereta api, kapal, atau pesawat terbang. Hal ini disebabkan oleh gangguan atau konflik antara sinyal yang dikirim ke otak oleh mata, sistem vestibular (telinga bagian dalam dan koklea), dan reseptor sensorik yang terletak di sendi, tendon, dan jaringan tubuh lainnya. Ketika otak mendapat sinyal yang bertentangan mengenai posisi orang tersebut, individu yang terkena mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *