Perjalanan Kampoeng Kurma

Perjalanan Kampoeng Kurma

Waktu itu musim dingin, aku sengaja mampir ke kedai kopi milik temanku di kota London, letaknya dekan dengan menara Jam terkenal Big Ben.
Menara terkenal yang dibangun tahun 1858 itu memang masih terlihat megah walaupun di selimuti salju cukup tebal.

Suhu kala itu hampir menyentuh angka nol derajat skala celcius, sehingga aku harus mampir sebentar untuk menghangatkan badan.

Temanku namanya Laras, seorang wanita Indonesia yang berhasil membangun kedai kopi yang sudah bertahan selama 5 tahun di kota ini.

Laras berperawakan sedang dan suka mengenakan jilbab berwarna cerah, hidungnya mancung yang dia dapatkan dari ayahnya yang keturunan Inggris Arab,
ibunya orang sunda, mojang Bandung tahun 70an. Aku bertemu Laras ketika kita melakukan riset bersama mengenai biji kopi nusantara yang di ekspor ke wilayah eropa.

Tapi aku disini bukan untuk berbincang dengan Laras, aku memiliki janji dengan salah satu orang Professor dari salah satu universitas yang terkenal di London.
Kami akan berjumpa di salah satu restoran khas Turki yang letaknya 3 blok dari kedai milik Laras.

Beliau bernama Sayyeed Abu Rauf, seorang ahli tanaman dan buah dengan bidang spesialisasi tentang kurma.

Beliau baru menginjak umur 47 tahun pada dua hari yang lalu.

Apapun tentang kurma, beliau sangat ahli, dan kesibukan beliau sekarang adalah sedang meneliti apakah pohon kurma bisa ditumbuhkan secara masif diluar Jazirah Arab.

Aku dikenalkan dengan beliau oleh Ingrid, adik kelasku semasa di SMK dulu.

Kebetulan aku memang ingin membudidayakan pohon kurma di tanah air dengan konsep kampoeng kurma.

Waktu menunjukan pukul sembilan kurang sepuluh menit, aku pun pamit kepada Laras untuk bertemu Professor Sayyeed.

Setelah memesan kebab turki kesukaanku, professor Sayyeed pun menjelaskan bahwa potensi kemungkinan tanaman kurma tumbuh di daerah tropis, dan beliau merekomendasikanku
untuk menemui koleganya Mr. Kolak yang berada di Thailand.

Beliau pernah membangun kerjasama dengan Mr. Kolak beberapa tahun yang lalu.

Dan kabar terakhir beliau mendapatkan kabar bahwa pohon kurma sukses dibudidayakan di Negeri Gajah Putih itu.

Kampoeng Kurma, bagiku merupakan sebuah keinginan mendalam yang ingin aku realisasikan di Indonesia, sehingga bisa menjalankan sunnah nabi di bumi pertiwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *