Warga Melarikan Diri ke Lombok setelah Gunung Agung meletus

Khawatir dengan dampak letusan Gunung Agung di Bali, Baca berita gunung agung, warga beberapa daerah yang terkena dampak di provinsi ini melarikan diri ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem.

“Kami akan tinggal bersama keluarga kami di Mataram karena keadaan semakin memburuk di sini. Abu dari letusan telah menyelimuti desa kami, “kata Ni Nengah Sari, 38, warga desa Bebandem di Karangasem, Bali, yang tiba di Pelabuhan Lembar di Lombok Barat.

Personil di pos evakuasi Gunung Agung di Pelabuhan Lembar mengkonfirmasi bahwa 16 pengungsi lainnya telah mendaftarkan kedatangan mereka di pos tersebut di Lombok pada hari Rabu.

Amran, kepala unit tanggap darurat Forum Tagana di Badan Sosial NTB, mengatakan bahwa pos tersebut telah dibangun oleh Kementerian Sosial dan lembaga tersebut untuk memberikan bantuan kepada pengungsi di Lombok.

Amran mengatakan, pos tersebut memberi warga yang melarikan diri dengan makanan, minuman dan transportasi.

Ia juga membagikan masker untuk penumpang feri di Pelabuhan Lembar yang menuju ke Bali.

Kementerian Sosial mengatakan telah mengalokasikan 500.000 masker, 400.000 di antaranya akan didistribusikan ke Bali dan 100.000 sisanya untuk NTB, berita bencana alam selengkapnya di berita hari ini.

“Kami membagikan masker di antara pengungsi dan warga yang terkena dampak letusan. Distribusi [masker] akan dilakukan melalui agen urusan sosial, “kata Margowiyono, direktur perlindungan sosial di Kementerian Sosial, pada sebuah konferensi pers, Rabu.

Letusan “letusan super” terakhir yang cukup besar dulu bisa menghapus peradaban seperti yang kita ketahui terjadi 25.000 tahun yang lalu – namun jenis ledakan ini rata-rata setiap 17.000 tahun, menurut perhitungan yang telah direvisi pada hari Rabu.

Sampai saat ini, diasumsikan bahwa letusan sebesar ini terjadi setiap 50.000 sampai 700.000 tahun, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *