Pentingnya Lakukan Perhitungan Pajak Penghasilan untuk Karyawan

Cara Menghitung PPh 21, Pajak Penghasilan yang Dibebankan Pihak Penerima Pendapatan

Usaha yang besar, tentu membutuhkan karyawan di dalamnya untuk menjalankan berbagai pekerjaan yang berbeda-beda. Bahkan perusaan kecil sekali pun, tetap memerlukan bantuan seorang atau lebih karyawan. Namun, memiliki pekerja di dalam perusahaan juga mengharuskan Anda untuk mengetahui seberapa besar jumlah pajak yang harus dibayarkan kepada pihak yang berwenang tiap tahunnya. Pajak karyawan ini biasanya disebut sebagai PPh 21. Lalu, bagaimana cara perhitungan pajak penghasilan atau PPh 21 ini? Berikut ini penjelasannya.

Cara Menghitung PPh 21, Pajak Penghasilan yang Dibebankan Pihak Penerima Pendapatan

Cara Menghitung PPh 21, Pajak Penghasilan yang Dibebankan Pihak Penerima Pendapatan
Cara Menghitung PPh 21, Pajak Penghasilan yang Dibebankan Pihak Penerima Pendapatan

Sebagai pemilik perusahaan, tidak bisa seenaknya mengurangi gaji karyawan dengan alasan membayar pajak. Payroll harus dipegang oleh orang yang tepat dan kompeten, bahkan untuk beberapa perusahaan, menggunakan software hr adalah jalan terbaik. Hal inilah yang kemudian memicu dibuatnya peraturan perundang-undangan tentang wajib pajak untuk mereka yang sudah mendapatkan penghasilan, honor, atau gaji maupun tunjangan.

Jika belum memiliki aplikasi perhitungan pajak, Kita bisa misalkan dengan contoh Bapak A bekerja di sebuah perusahaan, penghasilan bulanannya Rp. 10 juta. Ternyata Bapak A baru bekerja selama 10 bulan, sehingga belum mendapatkan THR di hari raya atau hari spesial lainnya. Bapak A ini juga belum menikah sehingga bisa dipastikan belum memiliki anak juga. Lalu, bagaimana cara hitungnya?

Jawabannya adalah Anda hitung dulu gaji setahun Bapak A, tapi karena Bapak A baru bekerja 10 bulan, jadi gaji perbulannya dikalikan 10 bulan.

  • Gaji Bapak A setahun = 10 x 10.000.000 = 100.000.000.
  • Kemudian hitung Biaya Jabatan yang dikalikan 5% dari gaji setahun. Berarti menjadi = 5% x 100.000.000 sama dengan Rp. 5 juta.
  • Penghasilan Bersih Bapak A berarti = 100.000.000 – 5.000.000 = 95.000.000
  • Karena penghasilan Bapak A lebih besar dari penetapan PTKP, yakni Rp. 54.000.000. Maka Penghasilan Bersih dikurangkan PTKP(TK/o) = 95.000.000 – 54.000.000 = 41.000.000
  • Kemudian mari hitung PPh 21. Berarti 41.000.000 x 5%, hasilnya adalah Rp. 2.050.000.

Ketentuan penghitungan PPh 21 di atas berlaku jika Bapak A sudah memiliki NPWP. Berbeda lagi penghitungannya jika Bapak A ternyata belum punya NPWP. Maka jumlah PPh 21 tadi harus ditambahkan 20%-nya. Hasilnya menjadi : 2.050.000 x 20% sama dengan Rp. 410.000. Jumlahkan dengan PPh 21 awal, berarti menjadi 2.050.000 + 410.000 sama dengan 2.460.000. Atau jika ingin lebih mudah, Anda bisa memakai aplikasi PPh 21.

Penghitungan di atas sesuai dengan ketentuan peraturan pajak Indonesia, biasa disebut sebagai PPh 21. Pajak ini menyasar pada tiap-tiap individu yang bekerja dan memiliki penghasilan, seperti pegawai maupun bukan pegawai, pihak yang menerima pensiunan, serta peserta kegiatan apa pun yang menghasilkan pendapatan. Inilah yang menyebabkan penghitungan pajak sangat perlu untuk diketahui tiap-tiap orang yang menjadi karyawan maupun pemilik karyawan itu sendiri. Hal ini pula yang membuat payroll system dalam suatu perusahaan harus benar dan jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *