Museum Angkut Malang Bukan Sekedar Museum

http://www.akudangadiskecilku.com/jalan-jalan-ke-museum-angkut-batu-malang.html

Konotasi dari sebuah museum adalah tempat yang membosankan dengan barang peninggalan dari jaman sejarah yang tidak menarik. Tetapi bayangan itu salah besar ketika mengunjungi Museum Angkut Malang. Dari lokasi pembelian tiket, museum ini sudah terlihat menarik. Settingannya bisa buat foto-foto untuk instagram. Jadi sambil menunggu antri membeli tiket, tidak bosan dengan acara potret memotret di halaman Museum.

Di awal masuk museum, dipajang banyak mobil-mobil tua yang masih terawat dan bendi-bendi dari masa lalu. Melihat luasnya dan ada tangga yang naik ke lantai atasnya, jadi berpikir bahwa museum ini hanya terdiri satu gedung. Puas keliling lantai pertama, kami naik ke lantai 2.

Di lantai 2, kami berkeliling museum, ada mobil listrik yang dipakai Pak Dahlan Iskan dan kecelakaan dipajang di lantai 2 museum angkut. Ada tower yang dapat melihat kota Batu dari atas. Selain itu ada pesawat-pesawat lama yang ditata di ruang terbuka lantai teratas. Di area pesawat, pengunjung dapat menyewa baju penerbang dan berfoto di kemudi pesawat bagaikan seorang pilot.

Selain pesawat-pesawat kecil dan helikopter, yang mungkin belum ada di tempat lain adalah pesawat kepresidenan yang bisa dimasuki oleh pengunjung. Untuk memasuki pesawat kepresidenan akan dipandu oleh karyawan museum yang bertugas sebagai pramugari. Waktu untuk menikmati ruangan-ruangan pesawat kepresidenan dibatasi karena antrean pengunjung yang panjang. Tapi masih cukup untuk berfoto di semua bagian pesawatnya dan beraksi sebagai rombongan Presiden.

Keluar dari pesawat ini, ternyata museum angkut Malang ini masih panjang. Kali ini keluar dari gedung utama dan memasuki taman-taman tematik. Ada taman Amerika Serikat dengan pentas Broadwaynya, ada kota Indonesia lama, tema pelabuhan lama, kota di Jerman, Istana Buckingham dan entah apa saja. Sangat panjang dan bervariasi. Semuanya menampilkan mobil atau angkutan lama tapi ditata sesuai tema, menjadikannya sangat menarik.

Waktu menikmati Museum angkut Batu Malang ini tentunya lebih baik di musim kemarau, karena banyak bagian dari museum yang merupakan ruangan terbuka. Selanjutnya waktu berkunjung, siang hingga malam hari, sehingga dapat menikmati sajian lampu-lampu kota tematik dalam museum dan merasakan kemegahan kotanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *